Minggu, 26 Mei 2013

BATU PERMATA BONE
























MATA UANG LAMA












BADIK { KAWALI } GECONG BONE 



KERIS { TAPPI } BONE

PARANG { KAWELANG } BONE


BATU PERMATA BONE




ALAT TENUN { LAWIDA } BONE


SUTERA { SABBE }

CULA




MANGKUK CINA









PROGRAM PENANAMAN  KACANGAN

A.INTRODUCTION

Mengenai penanaman kacangan ada dua cara yang dapat dilakukan yaitu :
-Langsung ditanam di areal kebun
-Dibibitkan sebelum  ditanam dilapangan
Cara tersebut di atas tergantung  kondisi lapangan dan  yang selalu menjadi  pertimbangan adalah efektifvitas dan efesiensi
Adapun tujuan pembibitan adalah untuk memelihara bibit kacangan secara intensif  sehingga pertumbuhannya menjadi subur dan meminimalkan gannguan pada masa pertumbuhan .        Mengenai system pembibitannya menggunakan satu tahap yaitu biji kacangan langsung ditanam di polybag.
Untuk pengolahan kebun, maka penanaman kacangan  sangat diperlukan karena tanaman kacangan sebagai penutup tanah mempunyai kegunaan :                                                                                                                                    -Dapat menekan dan mematikan lalang.                                                                                                                       -Menjadi pelembab tanah.                                                                                                                           -menghasilkan unsur hara          
 Penanaman kacangan untuk penutup tanah diharapkan agar pertumbuhan tanaman dapat  tumbuh dengan baik.
Melalui program pembibitan dan penanaman kacangang, yang akan dilakukan dan dikerjakan yaitu:

1.      Pembibitan  Lcc
2.      Penanaman Lcc
3.      Perawatan Lcc 

B.      PERENCANAAN DAN ORGANISASI

 D. PELAKSANAAN DANPENGAWASAN
                                                                                                                                                      
    E.  PENUTUP
     1.    KESIMPULAN

2        SARAN-SARAN

PROGRAM  PEMBERANTASAN LALANG

A.      INTRODUCTION
Lalang merupan sejenis gulma yang berbahaya dan rakus terhadap unsur hara dan tanah yang ditumbuhi lalang pada umumnya kurus dan kering.                                               Lalang merupakan musuh utama bagi petani karena dapat menghambat pertumbuhan dan produktifitas tanaman.
Untuk melakukan kegiatan terhadap pemberantasan lalang dilakukan berbagai cara, baik secara manual maupun secara  khemis. Lalang harus diberantas sampai tuntas.
Kategori lalang yang harus diberantas yaitu sheet, sporadic maupun kategori wiping. Dalam pelaksanaannya tetap mempertimbangkan efektivitas dan efesiensi.
Adapun yang menyebabkan lalang tumbuh subur dan tidak terkendali, mana kala dibabat dan dibakar. Disamping itu bunga lalang juga penyebab menyebarnya lalang oleh terpaan angin.
 Kebanyakan peladang melakukan dengan cara babat dan bakar karena cara ini dianggap efektif. Mungkin karena peladang yang dipikirkan sesaat bukan untuk jangka panjang.
Sejalan dengan pembukaan dan pengolahan kebun, maka yang perlu menjadi prioritas adalah pemberantasan lalang. Ini diharapkan agar pertumbuhan tanaman dapat berkembang secara optimal dan memberikan hasil secara maximal.
Melalui program pemberantasan lalang, yang akan dilakukan dan dikerjakan yaitu:
1.      Penggunaan Herbisida
2.      Penanaman Lcc 

B.      PERENCANAAN
           
1).Rencana fisik (luas Ha) yang akan di kerjakan
             2).Rotasi Penyemprotan
:
·         Kondisi Areal (Topografi)
·         Iklim /Waktu
·         Umur Tanaman
.

1)      Rencana Tenaga Kerja  yang dibutuhkan

     
   
2)      Rencana Upah Tenga Kerja yang dibutuhkan


3)      Rencana Bahan  yang dibutuhkan

                  
 
4)      Rencana  Biaya Bahan  dan Alat yang dibutuhkan
Jenis Bahan :
       a. Bahan kimia gliposat
       b. Air (Biaya Angkut)

       Jenis Alat : 
       a. Handsprayer
       b. Masker
       c. Kacamata
       d. Takaran
       e. Pengangkutan air
       f. Cangkul / Garpu


 



Catatan :

ADA BEBERAPA MACAM HERBISIDA

1). Herbisida Kontak
          hanya mematikan bagian yang terkena larutan saja.
     2). Herbisida Sistemik
              dapat membunuh semua bagian tanaman

Beberapa  factor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penyiangan herbisida antar lain  :
1.      Jenis dan Dosis Herbisida
2.      Waktu Penyemprotan
3.      Teknik Penyemprotan dan Kalibrasi

Nozzle 
Jenis Nozzle
warna
Debit
(Ltr/Mt )
Lebar
(M)
Penggunaan
Kipas
(Poliget)
Merah
Biru
Kuning
2
1,4
0,6
2,5
1,5
1,0
Rumput/lalang sheet
Circle
Spot  spraying
VLV
VLV   200
VLV   100
0,9
0,45
-
-
Gulma Sheet
Gawangan

     

PEREMAJAAN KELAPA SAWIT



PEREMAJAAN TANAMAN KELAPA SAWIT  
        
D A F T A R   I S I

Introduction                                                                                                                 1
Areal  dan tahun tanam                                                                                                 2 - 3
faktor peremajaan                                                                                                        4                             
kesiapan  petani  terhadap  peremajaan                                                                         5 - 7
teknis  peremajaan                                                                                                         8 - 9
penutup                                                                                                                        10 – 15                                 
lampiran                                                                                                                       18

I. INTRODUCTION

Dalam menghadapi peremajaan tanaman kelapa sawit petani kebun plasma pit-trans   pks Baras, tidak terlepas adanya peluang  berupa harapan dan tantangan yang terkait dengan kebutuhan hidup petani itu sendiri.
Pelaksanaan peremajaan menurut hemat kami adalah untuk mengembalikan produksi tbs yang menurun ke produksi yang standar. Hal ini terkait dengan aspek sosial ekonomi  para petani  kebun kelapa sawit
Bilaman produksi tbs menurun , maka penghasilan petani akan mengalami penurunan sehingga berdampak pada pemenuhan kebutuhan pokok dan peningkatan  kesejahteraan petani.
Walaupun harga tbs naik itupun kurang berpengaruh karena sifatnya pluktuatif  dan  produk tbs yang akan diremajakan cenderung menurun dari waktu ke waktu.
Melalui tulisan ini kami akan memaparkan  sekilas mengenai :
a. Areal dan tahun tanam kelapa sawit yang akan diremajakan  oleh petani.
b. Faktor yang menyebabkan peremajaan kelapa sawit.
c. Kesiapan petani kebun kelapa sawit terhadap rencana peremajaan.
d. Pelaksanaan dan teknis peremajaan
Semoga ulasan ini dapat menjadi bahan pertimbangan pihak management  perusahaan  untuk tetap terjalinnya
mitra antara Perusahaan Inti dengan Petani Kebun Plasma.

II. AREAL DAN TAHUN TANAM

III. FAKTOR RENCANA PEREMAJAAN

Untuk  melaksanakan peremajaan tanaman kelapa sawit tentu melalui berbagai pertimbangan dan
 berdasarkan berbagai faktor .
Adapun faktor yang mempengaruhi :
  1. Produksi perha sudah menurun karena buah kelapa sawit yang dihasilkan oleh pokok tanaman berkurang
  2. Pokok tanaman terserang hama atau penyakit yang membuat pokok tanaman tidak produktif
  3. Pemanen mengalami kesulitan untuk memanen pokok tanaman karena ketinggia.
Berdasarkan laporan dari petani, utamanya yang  pokok tanamannya yang ditanam pada tahun 1988,
 mereka  berencana untuk melakukan peremajaan pada awal tahun 2013.
Yang menjadi  faktor mendasar untuk melaksanakan replanting  atau peremajaan disebabkan  pokok
tanamannya sudah mulai ketinggian dan berdampak pada hasil panen yang tidak maksimal sehingga 
mempengaruhi penurunan penghasilan petani.
PRODUKSI TBS KEBUN

IV. KESIAPAN PETANI TERHADAP PEREMAJAAN

Dalam menghadapi peremajaan tanaman kelapa sawit dibutuhkan berbagai kesiapan untuk  pembiayaan
 oleh petani kebun plasma.
Adapun pembiayaan yang menyangkut peremajaan :
  1. Penebangan dan pembersihan kapling.
  2. Pemancangan.
  3. Bibit kelapa sawit
  4. Perawatan dan Pemupukan.
  5. Kebutuhan hidup petani.
    TABUNGAN PEREMAJAAN

 V. TEKNIS PEREMAJAAN

      KEBUTUHAN BIBIT TANAMAN KELAPA SAWIT


VI. PENUTUP

     A. Kesimpulan
     B. Saran

PEDOMAN DASAR KS



TEKNIS TANAMAN KELAPA SAWIT

I.PENYIAPAN LAHAN
  1. PEMBUKAAN LAHAN
  2. PEMBUATAN JALAN
  3. PEMBUATAN TERAS KONTUR / TAPAK INDIVIDU
  4. PEMBUATAN SALURAN AIR ( DRAINASE)
II.PEMBIBITAN
1.SINGLE STAGE (SATU TAHAP)
2.DOUBLE STAGE(DUA TAHAP)

III.PENANAMAN
  1. DILAKSANAKAN TEPAT WAKTU 
  2. TUMBUH DENGAN BAIK DAN PRODUKTIF
IV. PERAWATAN TANAMAN KELAPA SAWIT DAN PEMUPUKAN SERTA HPT
    A.  Pemeliharan T B M
    B.  Pemeliharaan TM    
      
      PEMELIHARAAN  KHEMIS ( KALAU TENAGA TIDAK ADA)
    a.    Wiping       
    b.    Spot Spraying               
    MENUNAS DAN KASTRASI
     - Membuang daun kering
     - membuang buah pasir
    -  penunasan rutin dan berkala ( songgo Dua)   

V.  TITI  PANEN 
       Titian dibuat dari kayu atau beton

VI. PANEN DAN ANGKUT

JENIS :
JALAN
1. Klasifikasi jalan
-  Jalan kelas  I  (Primer)
-  Jalan kelas II  (Secunder)
-  Jalan kelas III (Tertier)

PARIT
        Parit  I, II, III dan IV

 KONSERVASI TANAH    

SDM DAN TEKNIS TANAMAN



SUMBER DAYA


A. Manusia
     Financial
     Teknologi
B. Alam


I. SUMBER DAYA MANUSIA

Untuk pelaksanaan operasional kebun di perlukan adanya karyawan dan tenaga kerja  bilamana di kelola  dan di kembangkan secara efektif  akan memberikan imbalan dalam produktivitas yang lebih besar
Karyawan dan TK merupakan aset perusahaan yang harus di perhatikan karena:

a.manusia adalah elemen dalam organisasi
b.membuat inovasi dan kreasi
c.mencapai tujuan organisasi .


II. SDM MERUPAKAN SALAH SATU SUMBER DAYA  YANG PALING PENTING

III. PENGARUH SDM

IV. MASALAH DALAM HUBUNGAN KERJA


      
VI. PENANGGULANGAN MASALAH


VII.  IDENTIFIKASI DAN ANALISA MASALAH

         ANTISIPASI MASALAH

          (1) .Penemuan masalah
      
         (2).Identifikasi Masalah

         (3). Analisis masalah melalui penerimaan dan identifikasi maka dapat di
              tetapkan masalah yang dapat di pecahkan

VIII. EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN

        KEPUTUSAN

         1  YANG DI HARAPKAN ATASAN

         2  KEBUTUHAN BAWAHAN